23 January 2010

VARIABEL PENELITIAN

A. PENGERTIAN VARIABEL
Menurut FN. Kerlinger
Variabel sebagai sebuah konsep seperti halnya laki-laki dalam konsep jenis kelamin, insaf dalam konsep kesadaran.
Menurut Sutrisno Hadi
Variabel sebagai gejala yang bervariasi misalnya jenis kelamin, karena jenis kelamin mempunyai variasi: laki-laki-perempuan, berat badan, karena ada berat 40 kg dan sebagainya. Gejala adalah objek penelitian, sehingga variabel adalah objek penelitian yang bervariasi.
Menurut Sugiyono
Variabel adalah gejala yang menjadi fokus peneliti yang diamati. Variabel itu sebagai atribut dari sekelompok orang atau objek yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lainnya dalam kelompok itu. Misalnya tinggi, berat badan, sikap, motivasi, kepemimpinan, disiplin kerja, warna rambut dsb.
 Sifat Variabel:
 Variabel Statis
variabel yang tidak dapt diubah keberadaannya, misalnya jenis kelamin, status sosial ekonomi, tempat tinggal dll.
 Variabel Dinamis
Variabel yang dapat diubah keberadaannya berupa peningkatan, pengubahan, atau penurunan. Misalnya kedisiplinan, motivasi kepedulian, pengaturan dsb.


B. JENIS-JENIS VARIABEL
Jenis Variabel dalam Sugiyono
1. Variabel Independen
Variabel ini sering disebut variabel stimulus, input, prediktor dan antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas adalah yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel dependen (variabel terikat). Jadi variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi.
1. Variabel Dependen
Sering disebut sebagai variabel respon, output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.
Antara variabel independen dan dependen masing-masing tidak berdiri sendiri tetapi selalu berpasangan.
Misal:
 Kepemimpinan dan produktivitas kerja
 kepemimpinan = variabel independen
 produktivitas = variabel dependen
3. Variabel Moderator
Adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dan dependen. Variabel ini sering disebut sebagai variebel independen kedua.
Contoh:
Hubungan antara suami dan istri akan semakin akrab, bila telah mempunyai anak. Dalam hal ini anak adalah variabel moderator yang memperkuat hubungan. Tetapi sebaliknya hubungan suami istri akan semakin renggang bila ada pihak ketiga. Dalam hal ini pihak ketiga adalah variabel moderator yang memperlemah hubungan.
 4. Variabel Intervening
Adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dan dependen tetapi tidak terukur.
Contoh:
Anak yang pandai nilainya akan tinggi. Tetapi dalam kasus tertentu ada anak pandai tetapi nilainya rendah. Ternyata ia sedang sakit hati dan frustasi sewaktu mengerjakan soal ujian. Sakit hati dan frustasi merupakan variabel intervening yang masih sulit diukur, tetapi ada.
5. Variabel Kontrol
Merupakan variabel yang terkendali atau dibuat konstan, sehingga tidak akan mempengaruhi variabel utama yang diteliti. Variabel kontrol ini ditetapkan oleh peneliti, bila peneliti akan melakukan penelitian terutama dengan menggunakan metode eksperimen yang bersifat membuat perbandingan.
Contoh:
Ingin melakukan penelitian untuk membandingkan kecepatan mengetik antara lulusan SMK dan SMU. Untuk penelitian ini maka perlu ditetapkan variabel kontrolnya, yaitu naskah yang diketik sama, mesin ketiknya sama, ruang kerjanya sama.

Jenis Variabel dalam Arikunto Suharsimi
Variabel dapat dibedakan atas yang kuantitatif dan kualitatif.
 Contoh variabel kuantitatif misalnya luas kota, umur, banyaknya jam dalam sehari, dsb.
Variabel Kuantitatif dibedakan menjadi 2 yaitu:
1. Variabel Diskrit
Disebut juga variabel nominal atau variabel kategorik karena hanya dapat dikategorikan atas dua kutub yang berlawanan yakni “ya” dan “tidak”. Contoh lainnya, wanita-pria, hadir-tidak hadir, atas-bawah. Angka-angka digunakan dalam variabel diskrit ini untuk menghitung, yaitu banyaknya pria, banyaknya yang hadir dsb. Maka angka dinyatakan sebagai frekuensi.
2. Variabel Kontinum
Dipisahkan menjadi 3 variabel kecil yaitu:


 Variabel Ordinal
Variabel yang menunjukan tingkatan-tingkatan misalnya panjang, kurang panjang, pendek. Untuk sebutan lain adalah variabel lebih kurang karena yang satu mempunyai kelebihan dibandingkan yang lain.
contoh: Ani terpandai, Siti pandai, Nono tidak pandai.
  Variabel Interval
Variabel yang mempunyai jarak, jika dibanding dengan variabel lain, sedang jarak itu sendiri dapat diketahui dengan pasti.
Contoh: jarak Semarang-Magelang 70 km, sedangkan jarak Magelang-Yogyakarta 101 km. Maka selisih jarak Magelang-Yogya, yaitu 31 km.
Dibandingkan dengan variabel ordinal, jarak dalam variabl ordinal tidak jelas.
  Variabel Ratio
Yaitu variabel perbandingan. Variabel ini dalam hubungan antar-sesamanya merupakan sekian kali.
Contoh: Berat Pak Karto 70 kg, sedangkan anaknya 35 kg. Maka berat Pak Karto beratnya dua kali berat anaknya.
  Contoh variabel kualitatif misalnya kemakmuran, kepandaian.

C. HUBUNGAN VARIABEL
Menurut Sudjana (1988) ada tiga kategori hubungan variabel:
 Hubungan Simetris
Hubungan variabel adalah hubungan apabila variabel yang satu tidak dipengaruhi dan tidak disebabkan yang lainnya.
 Hubungan Tak Simetris
Adalah apabila ditandai dengan adanya hubungan atau kaitan antarvariabel, dan hubunganya dapat berupa pengaruh, konstribusi atau sebab akibat.
 Hubungan Timbal-Balik
Adalah hubungan yang pada suatu saat variabel yang satu menjadi penyebab variabel yang lain dan sebaliknya.
.::Artikel Menarik Lainnya::.

2 comments:

Anonymous said...

sebelumnya saya minta maaf...
menurut yang saya ketahui, untuk variabel kualitatif adalah variabel yang tidak dapat dinyatakan dengan angka.

sedangkan variabel kuantitatif adalah variabel yang dapat dinyatakan dengan angka.

sekali lagi saya mohon maaf, ini hanya pendapat saya. mungkin memang saya yang salah.

Syamsuddin said...

termikasih sebelumnya.mohon maaf salah ketik, diposting kalimat "variabel kualitatif misalnya luas kota, umur, banyaknya jam dalam sehari, dsb" Seharusnya "variabel kuantitatif misalnya luas kota, umur, banyaknya jam dalam sehari, dsb"



:W)


:O)
:R)
:L)
:D)


:O(
:F)
:A)


:U)
:T)
:I)
:V)


:E)
:OK)

Post a Comment

 

[Close][ Klik Iklan].

WELCOME TO THIS SITE ====>> http://samsudinrembank.blogspot.com