30 November 2014

Istilah -Istilah Dasar Dalam Dimensi Mobil

Ukuran-ukuran yang biasanya dipakai pada kendaraan adalah sebagai berikuti :

 
(A)Panjang Keseluruhan (Overall Length)
        Adalah panjang kendaraan termasuk bumper pelindung, bila terpasang.
   B. Lebar Keseluruhan (Overall Width)
       Adalah lebar kendaraan termasuk bumper, molding, tonjolan dan lain-lain yang diukur disisi luar
C.Tinggi Keseluruhan (Overall Height)
Adalah Tinggi kendaraan diukur dalam kondisi tanpa beban.
D. Wheelbase
Jarak antara garis tengah axle depan dengan axle belakang.
E. Tread
Jarak antara garis tengah ban kanan dengan ban kiri.
F. Minimum Running Ground Clearance
Jarak terendah yang diukur dari lantai dengan kendaraan dalam kondisi berat kotor kendaraan
G. Panjang Ruangan (Room Length)
Jarak horizontal dari atas instrumen pad sampai tempat duduk belakang.
H. Lebar Ruangan (Room Width)
Jarak antara permukaan interior body dari kir ke kanan.
I. Tinggi Ruangan (Room Height)
Jarak maksimum tegak lurus dari lantai ke atap (termasuk karpet dlan plafon)
J. Overhang - Front
Jarak dari sumbu roda depan sampai bagian ujung terdepan kendaraan termasuk bumper.
K. Overhang -Rear
Jarak dari sumbu roda belakang sampai bagian ujung terbelakang kendaraan termasuk bumper.
L. Angle Of Approach
Sudut antara lantai dengan garis tengah dari roda ke titik pertama singgungan (yaitu bumper, deflektor, fender atau komponen lainnya, tidak termasuk plat nomor)
M. Angle Of Departure
Sudut antara lantai dengan garis tengah dari roda ke titik pertama singgungan (yaitu bumper deflektor, knalpot, fender atau komponen lainnya, tidak termasuk pelat nomor)
N. Curb Weight (Cw)
Berat kendaraan kosong tanpa beban atau pengemudi tetapi termasuk sejumlah maksimum bahan bakar, pendingin dan perlengkapan standar termasuk ban serep dan alat-alat.
O. Gross Vehicle Weight (Gvw)
Berat total kendaraan maksimum yang diijinkan. Berdasarkan pertimbangan hukum dan kekuatan bahan.

»»  

Solusi BBM Naik Bagi Pengguna Mesin Injeksi

Cilacap- ini nich sob komponen yang perlua kita waspadai untuk menyiasati BBM naik
  • Throtlle Position Sensor
Alat pemantau pergerakan skep atau butterfly dari throttle body. Sensor ini akan membaca besarnya bukaan skep sehingga bisa untuk menentukan derajat waktu pengapian karena berhubungan langsung dengan banyaknya volume udara yang masuk ke ruang bakar.
Bila permukaan throttle position sensor kotor akibat kotoran seperti debu atau minyak, jelas akan menghambat kinerja sistem injeksi lainnya. Selain performa tak bisa maksimal, konsumsi juga akan menjadi boros.
Peranti ini jarang rusak alias berumur tahunan, tetapi namanya barang elektronik yang memiliki sensor pastinya memiliki usia pakai juga. Untuk itu pastikan usia pakai bisa lama dengan memperhatikan filter udara yang menjadi penyaring udara luar yang akan masuk ke ruang bakar dan melewati TPS.

  • Throtlle Body

Pada mobil dengan pasokan bahan bakar karburator, dikenal istilah skep. Sebutan ini agak berbeda dengan mobil injeksi, meski kerjanya sama. Lantaran throttle body berhubungan langsung dengan udara dari luar, skep mobil injeksi ini lazim kotor oleh debu dan kotoran halus yang tak tersaring filter udara.

Bersihkan dengan injector cleaner dengan cara menyemprotkan cairan pembersih dalam bentuk aerosol tadi persis di permukaan throttle body, agar lapisan debu dan kotoran yang hinggap di atas permukaan bisa hilang.

Bisa lakukan perawatan ini dengan membuka air intake dan membeli cleaner seharga Rp 75-90 ribu perkaleng ini. “Sering diabaikan karena tak berpengaruh langsung ke performa,” jelas narasumber yang berhasil diwawancarai team kami

Lakukan setiap 50.000 kilometer untuk hasil terbaik. Jadikan kebiasaan saat mengganti filter udara di rumah atau di bengkel kepercayaan. Prosesnya sendiri hanya memakan waktu lima menit.
  • Oksigen Sensor
Sebagian besar besutan injeksi zaman sekarang dibekali sensor oksigen. Fungsinya untuk membaca hasil sisa gas buang yang keluar lewat knalpot.
"Alat ini berguna untuk membaca kaya dan miskin campuran bahan bakar,” jelas narasumber yang berhasil diwawancarai team kami.
Pada saat sensor oksigen membaca sisa gas buang yang kelewat ‘pedas’ alias kebanyakan bensin, sensor akan mengirim sinyal ke ECU untuk mengurangi debit bahan bakar ke ruang bakar.

Biasanya kerusakan karena penampang sensor tertutup jelaga sisa pembakaran. Mau tak mau harus beli baru. Harganya tak terlalu mahal, tetapi biasanya beli set (sepasang) agar umur pakai bisa sama.

Untuk Toyota Yaris, sensor oksigen dibanderol sekitar Rp 1,3 juta perbuah. Salah perawatan atau sistem injeksi yang tidak terawat akan memperpendek usia sensor oksigen.
  • Fuel Pressure Regulator


Peranti yang mengatur tekanan bahan bakar yang mengalir ke fuel rail (jalur bahan bakar untuk nosel injektor). Fuel pressure regulator (FPR) versi pabrikan biasanya dibuat paten antara 2-5 Bar. Tetapi yang versi aftermarket bisa disetel sesuai kebutuhan.

Bila sudah lemah, berarti membran karet di dalam FPR tak bisa lagi menahan tekanan bahan bakar yang disembur pompa bahan bakar. Akibatnya tekanan berkurang untuk bisa menyemburkan kabut bensin ke ruang bakar. Indikasinya, mesin akan mbrebet di rpm tertentu. Mau tak mau harus beli baru dengan harga Rp 1 jutaan untuk versi ori.

Untuk versi aftermarket, FPR bisa disetel hingga tekanan di atas rata-rata spesifikasi pabrik untuk hasil semburan kabut bahan bakar yang lebih tebal dan lama. "Performa meningkat tetapi berbanding lurus dengan konsumsi bahan bakar," jelas narasumber yang berhasil diwawancarai team kami.
»»  
 

[Close][ Klik Iklan].

WELCOME TO THIS SITE ====>> http://samsudinrembank.blogspot.com